Pasien dengan luka bakar parah dapat meningkatkan prognosisnya melalui pengobatan dan pembedahan. 1. Perawatan obat: pasien dengan luka bakar parah dapat disuntik dengan vaksin toksin tetanus di bawah bimbingan dokter, atau antibiotik intravena, seperti amoksisilin, natrium ceftriaxone, dll., untuk mencegah infeksi. Atau cairan garam intravena, cairan glukosa, dll., untuk menambah volume darah dan mencegah syok. Beberapa pasien dengan gejala oedema dapat mengonsumsi diuretik oral, seperti hidroklorotiazid, furosemid, dan sebagainya, untuk mengurangi gejala oedema. 2. Perawatan bedah: pasien dengan luka bakar parah juga dapat dilakukan tindakan pemotongan keropeng, koreng, pencangkokan kulit dan perawatan bedah lainnya, sehingga meningkatkan prognosis, yang dapat meningkatkan kualitas hidup pasien. Setelah didiagnosis menderita luka bakar parah, pasien harus secara aktif bekerja sama dengan dokter untuk mengambil tindakan pengobatan yang relevan, agar tidak menunda kondisi tersebut. Selama masa perawatan, kulit lokal harus dijaga tetap bersih dan kering, dan hindari menggaruk lesi kulit untuk menghindari infeksi sekunder. Pada saat yang sama, perlu untuk melengkapi komponen protein dan vitamin yang kaya.