Nyeri dan bengkak pada bokong setelah duduk untuk beberapa saat dapat disebabkan oleh ketegangan pinggul, sindrom piriformis, radang kandung kemih nodus skiatik, dan sebagainya. Penyebabnya berbeda dan perawatannya pun berbeda. Perawatan yang umum dilakukan meliputi perawatan umum, pengobatan, fisioterapi, dan sebagainya.
1. Ketegangan pinggul: Jika otot pinggul berkontraksi secara berlebihan dan gagal untuk beristirahat dengan cukup, maka akumulasi ketegangan otot dan fasia serta produk metabolisme akan menyebabkan nyeri pinggul saat duduk di kursi. Anda dapat membantu meringankan nyeri pinggul dengan mengompresnya dengan kompres panas dan meregangkan pinggul untuk melancarkan peredaran darah dan penguraian metabolit.
2. Sindrom Pyriformis: Fisioterapi dapat meningkatkan sirkulasi darah dan menghilangkan rasa sakit, seperti terapi panas dan gelombang ultra pendek. Penggunaan pelemas otot dapat meredakan ketegangan pada otot piriformis dan mengurangi tekanan pada saraf skiatik, seperti toksin botulinum.
3. Radang Saraf Nodus Sciatic: Ketika seseorang dalam posisi duduk, nodus sciatic bersentuhan dengan tinja. Ketika radang kandung lendir pada nodus skiatik terjadi, duduk akan menekan nodus skiatik dan Anda akan merasakan nyeri pada bokong. Bantal yang empuk dapat diletakkan di atas kursi untuk menghindari duduk terlalu lama. Gunakan obat antiinflamasi untuk meredakan nyeri, seperti meloxicam. Untuk gejala yang parah, dapat disuntikkan obat penutup kandung kemih internal.
Selain itu, nyeri pinggul saat duduk di kursi juga dapat berhubungan dengan nyeri sakrokoccygeal, kompresi saraf tulang belakang lumbal, dan sebagainya. Disarankan agar pasien pergi ke rumah sakit tepat waktu, dan dokter akan mendiagnosis penyebab penyakit dan memberikan pengobatan yang ditargetkan.