Infeksi bakteri dan virus umumnya dapat dibedakan berdasarkan gejala, patogen, jumlah darah, dan kemanjuran pengobatan. 1. Gejala: (1) Infeksi bakteri: dapat berupa menggigil dan menggigil yang diikuti dengan peningkatan suhu, dan dapat disertai dengan gejala bernanah seperti keluarnya cairan dari hidung bernanah, dahak bernanah berwarna kekuningan, dan nanah pada amandel. (2) Infeksi virus: biasanya tanpa menggigil, mungkin terdapat hidung tersumbat, amandel membesar, sakit kepala, nyeri otot, dan gejala lainnya. 2. Patogen: (1) Infeksi bakteri: Demam bakteri terjadi setelah infeksi bakteri, seperti Streptococcus pneumoniae dan Staphylococcus aureus. (2) Infeksi virus: Demam virus terjadi ketika pasien terinfeksi virus, seperti virus influenza. 3. Pemeriksaan darah rutin: (1) Infeksi bakteri: peningkatan sel darah putih dan neutrofil yang dominan, dan protein C-reaktif juga akan meningkat secara signifikan. (2) Infeksi virus: sel darah putih dan neutrofil biasanya normal atau berkurang, dan limfosit mungkin meningkat. 4. Efek pengobatan: efeknya bervariasi setelah pengobatan dengan antibiotik konvensional, seperti amoksisilin, ceftriaxone, dan levofloxacin. (1) Infeksi bakteri: gejala membaik dengan antibiotik. (2) Infeksi virus: tidak ada efek pada gejala setelah antibiotik. Penyebab spesifik penyakit perlu dinilai oleh keahlian dokter, dan pasien tidak boleh mendiagnosis dan menggunakan obat sendiri untuk menghindari memperburuk kondisi.