Kepala yang sering menggeleng dianggap disebabkan oleh sindrom Tourette pediatrik, tremor idiopatik, epilepsi, dan penyakit lainnya. 1. Sindrom Tourette Pediatrik: Penyakit ini adalah sejenis gangguan mental yang terjadi pada anak-anak dan remaja, yang penyebab spesifiknya masih belum jelas, dan secara klinis dianggap terkait dengan faktor genetik, faktor psikologis, dan pengaruh lainnya. Sebelum timbulnya penyakit, pasien sering mengalami sensasi terbakar pada mata, sakit tenggorokan dan gejala tidak nyaman lainnya, dengan timbulnya penyakit, pasien akan muncul kedutan otot yang berulang-ulang, tidak disengaja, dan tidak bertujuan, seperti berkedip, mengangguk, menggeleng, menggeleng, cemberut, dll, dan beberapa pasien mungkin sering menggelengkan kepala sebagai gejala klinis utama. 2. Tremor idiopatik: Penyakit ini adalah penyakit dominan autosomal, di mana pasien sering mengalami gemetar tak sadar pada tangan, lidah atau kepala dan leher pada tahap awal penyakit, yang menyebabkan sering menggelengkan kepala. Pada saat yang sama, seiring dengan perkembangan kondisi pasien, gejala gemetar juga secara bertahap dapat memengaruhi suara, batang tubuh, kaki, dan bagian tubuh lainnya. 3. Epilepsi: Ini adalah penyakit otak kronis yang umum terjadi, terutama karena adanya gangguan perkembangan korteks serebral, trauma kepala, atau tumor otak, meningitis, dan kondisi lainnya. Setiap pasien memiliki gejala klinis yang berbeda setelah timbulnya penyakit ini, beberapa pasien mungkin mengalami serangan kejang otot lokal, dan beberapa pasien mungkin mengalami serangan otomatisme seperti mengunyah berulang kali, mengangguk berulang kali, atau menggelengkan kepala, yang kesemuanya dapat menyebabkan seringnya menggelengkan kepala. Baru-baru ini, pasien yang sering menggelengkan kepala disarankan untuk memeriksakan diri ke dokter sesegera mungkin untuk mengetahui penyebab penyakitnya dan kemudian mengobatinya secara aktif.