Apa yang dimaksud dengan rasa takut jatuh cinta?

Jika seorang anak mengalami rasa takut jatuh cinta, pertama-tama penting untuk menentukan apakah ada masalah dengan orientasi seksual anak, seperti orang-orang dengan kecenderungan homoseksual, yang memiliki kecenderungan untuk menghindari hubungan antara orang-orang dari lawan jenis; juga perlu untuk mengeksplorasi konteks biologis di mana hal ini terjadi, seperti apakah anak memiliki tingkat perkembangan hormon seks yang tidak normal; dan akhirnya, untuk mengeksplorasi apakah anak memiliki latar belakang psikologis terhadap rasa takut jatuh cinta. Misalnya, beberapa anak pernah mengalami trauma seksual saat kecil, seperti dilecehkan secara seksual, bermain permainan seksual, atau secara tidak sengaja menyaksikan perilaku seksual orang tua mereka, yang semuanya dapat berdampak halus pada kesadaran seksual seseorang dan interaksi dengan lawan jenis. Orang dengan gangguan kejiwaan juga dapat mengembangkan fobia hubungan, seperti gangguan neurotik yang disebut fobia sosial, di mana gejala inti penderitanya adalah rasa takut dan penghindaran interaksi manusia, terutama dengan lawan jenis, dan bahkan mungkin berkeringat dan gelisah. Pengalaman negatif dan ketidaknyamanan ini bisa menjadi penghalang bagi hubungan normal bagi penderita, dan kebenarannya paling baik diklarifikasi oleh orang itu sendiri. Maka perlu bagi orang-orang di sekitar anak, terutama psikolog, untuk menggali dan menilai secara psikologis alasan fenomena psikologis ini.