Tumor sel granulosa ovarium dapat dideteksi setelah dilakukan penilaian menyeluruh berdasarkan hasil USG ginekologi, MRI panggul, indikator tumor, dan hormon seks.
Tumor sel granulosa ovarium adalah tumor ovarium dengan fungsi endokrin. Tumor ini memiliki manifestasi pencitraan yang serupa dengan tumor ovarium lainnya, yaitu massa ekogenik abnormal yang ditemukan pada ovarium, yang dapat dideteksi dengan ultrasonografi ginekologi atau MRI panggul.
Pada saat yang sama, tumor sel granulosa ovarium dapat menyebabkan penanda tumor yang abnormal, dan karena tumor sel granulosa ovarium dapat mengeluarkan estrogen, tingkat hormon seksnya dapat menunjukkan angka yang abnormal.
Oleh karena itu, tumor sel granulosa ovarium dapat dideteksi dengan USG ginekologi, MRI panggul, indikator tumor, hormon seks, dan pemeriksaan lainnya, tetapi diagnosis akhir harus dilakukan dengan diagnosis patologis pasca-bedah.