Saat membeli toilet, cobalah untuk membeli toilet yang mudah diduduki oleh bayi Anda sendiri, dan untuk anak laki-laki Anda dapat menggunakan toilet yang digantung di dinding. Anak-anak yang lebih besar dapat menggunakan toilet yang terhubung ke toilet dewasa. Toilet dengan dudukan silang tidak disarankan karena harus melepas celana. Orang tua harus selalu mencuci pispot yang bau setelah bayi buang air besar. Jika Anda meletakkan tisu di dalam pispot sebelum bayi Anda buang air besar, kotorannya akan tersangkut di atas tisu dan dapat langsung dibuang ke toilet, sehingga pispot tidak akan mudah dilacak. Selain itu, deterjen juga dapat membantu menghilangkan bau toilet. Apa yang harus saya lakukan jika bayi saya menolak untuk duduk di toilet? 1.Kesabaran dan bimbingan Tontonlah animasi edukasi seperti Toilet yang Nyaman bersama bayi Anda. Duduklah di toilet dan nyanyikan lagu toilet bersama-sama. Belilah buku-buku bergambar yang relevan dan bacalah bersama bayi Anda agar ia tahu kegunaan toilet. Jangan memaksa, kuncinya adalah menciptakan suasana toilet yang nyaman dan santai. 2. Camilan berlapis gula Hadiahi bayi Anda dengan camilan kecil karena berhasil duduk di toilet untuk buang air kecil. Ini dapat digunakan dua atau tiga kali pada awalnya. Jenis hadiah ini tidak disarankan terlalu sering. 3. Peniruan orang tua-anak Orang dewasa juga memberi tahu bayi mereka ketika mereka pergi ke toilet dan mengundangnya untuk pergi bersama mereka. Ayah dengan anak laki-laki dan ibu dengan anak perempuan dengan jenis kelamin yang sama akan meniru lebih cepat. 4. Dorong bayi Anda dengan pujian dan dorongan setelah berhasil buang air. Menelepon bayi Anda untuk memberi tahu orang favoritnya, seperti nenek, dll., Dapat menjadi lapisan gula pada kue melalui dorongan pihak ketiga, memungkinkan bayi Anda merasakan kepercayaan diri dan kebahagiaan yang datang dengan kemandirian. 2. Pelatihan toilet bayi Anda berjalan lambat, berulang kali mengompol di celana dan membasahi mainan sofa serta buku. 1. Ingatkan bayi Anda untuk pergi ke toilet tepat waktu Setelah berhasil buang air kecil, orang tua dapat memuji dan menyemangati bayi Anda bersama-sama untuk meningkatkan kepercayaan dirinya. Bayi berusia 8-36 bulan biasanya perlu buang air kecil setiap 2-3 jam sekali. Stres karena lingkungan yang asing atau konsentrasi bermain dapat membuat bayi Anda lupa buang air kecil. Ketika sudah hampir waktunya dan bayi Anda tidak menawarkan diri untuk buang air kecil, orang tua juga perlu membawa bayi Anda ke toilet secara teratur. 2. Biarkan bayi Anda menanggung konsekuensi mengompol Biarkan bayi Anda mengambil kain pel untuk membantu mengeringkan lantai atau handuk untuk mengeringkan mainan yang basah, beri tahu dia bahwa mainannya akan sedih jika dia melakukan hal ini dan pengingat lembut untuk mengingat untuk menawarkan diri ke toilet di lain waktu. 3. Orang tua perlu lebih sabar Mengompol berulang-ulang akan selalu mengganggu kita. Mintalah saran dari para ibu yang berpengalaman di sekitar Anda, rileks dan tinjau kembali detail-detail kecil dalam rutinitas pelatihan Anda. Ingat, pelatihan toilet bukanlah sebuah kompetisi dan tidak adil untuk membandingkan anak Anda dengan orang lain. Kita semua harus bersikap positif tentang kemajuan atau kekurangannya. Seringkali, kita hanya perlu memberikan lebih banyak waktu untuk diri kita sendiri dan bayi kita. 4. Kembangkan buang air besar secara teratur Ketika Anda bangun di pagi hari, atau setelah makan makanan yang tepat, mencerna makanan dalam jumlah besar akan mendorong pergerakan usus dan dengan demikian menghasilkan buang air besar. Doronglah bayi Anda untuk buang air besar secara teratur dan kembangkan kebiasaan buang air besar yang baik. Ketiga, mulailah menguasai latihan dan bersedia pergi ke toilet untuk buang air kecil, tetapi kadang-kadang masih enggan. Pertama, hindari meminta bayi Anda untuk pergi ke toilet secara tiba-tiba ketika ia sedang berkonsentrasi bermain. Keengganan biasanya disebabkan karena bayi Anda sedang memiliki kesibukan sendiri. Tanyakan terlebih dahulu apa yang ingin ia lakukan dan jangan memaksanya. Anda hanya perlu menekankan konsekuensi yang akan terjadi jika ia mengompol. Ulangi hal ini beberapa kali dan saya yakin bayi Anda akan belajar mengendalikannya.