Pasien dengan infark serebral yang tidak dapat berbicara dianggap sebagai akibat dari infark serebral yang menekan pusat bicara, dan mereka dapat mengekspresikan diri mereka sendiri dengan tindakan tubuh dan kata-kata.
1. Tindakan fisik: Jika hanya pusat bicara yang tertekan, dan aktivitas fisik tubuh normal, pasien dapat mengekspresikan maksudnya melalui tindakan fisik, mata, dan cara lain.
2. Kata-kata: Jika pasien dapat menulis atau mengetik, ia juga dapat mengekspresikan keinginannya dan berkomunikasi dengan keluarga dan teman-temannya melalui tulisan dan pengetikan.
Pasien dengan infark serebral yang tidak dapat berbicara harus diobati dengan pengobatan dan pelatihan fungsional dalam bahasa, pelatihan pengucapan satu suku kata, pelatihan kosakata serta pelatihan membaca lanjutan, yang akan membaik sampai batas tertentu.