Menyusui dapat dilakukan oleh pasien dengan pembesaran kelenjar susu, dan pembesaran kelenjar susu itu sendiri tidak mempengaruhi proses menyusui. Setelah seorang wanita hamil, kelenjar susu akan menunjukkan perubahan yang konstan dengan perubahan endokrin, seperti kelenjar susu mulai berkembang sepenuhnya dan secara bertahap bertambah besar, yang merupakan fenomena fisiologis yang normal. Setelah melahirkan, ibu memasuki masa menyusui, di mana pembesaran payudara cenderung berkurang secara bertahap. Oleh karena itu, pembesaran payudara umumnya tidak memengaruhi proses menyusui normal pada wanita, dan tidak diperlukan perawatan khusus selama periode ini. Menyusui bermanfaat bagi ibu dan bayi, dan dapat meningkatkan pemulihan rahim ibu dan mengurangi perdarahan. ASI adalah makanan terbaik untuk bayi, yang kondusif untuk memperkuat daya tahan tubuh dan mendorong pertumbuhan dan perkembangannya secara normal. Bila pasien mengalami pembesaran payudara dapat menyusui. Jika pasien mengalami pembesaran payudara yang parah atau menggunakan obat untuk mengatasi pembesaran payudara, diperlukan kehati-hatian saat menyusui, sehingga pasien harus berkonsultasi dengan dokter spesialis apakah ia dapat menyusui secara khusus.