Tingkat darah non-invasif yang rendah tidak berarti bahwa anak tersebut tidak sehat. Tes DNA non-invasif, atau tes DNA non-invasif, adalah metode skrining kromosom janin selama kehamilan. Ketika tes DNA non-invasif dilakukan, rendahnya konsentrasi DNA bebas janin dalam darah tidak disebabkan oleh anak yang tidak sehat, tetapi terutama terkait dengan ibu, seperti kekentalan darah yang berlebihan pada ibu hamil, pengumpulan darah yang tidak mencukupi, atau ketidaksesuaian usia kehamilan, yang akan menyebabkan konsentrasi darah non-invasif dan membuat keakuratan hasil menjadi kurang akurat. Tes DNA non-invasif didasarkan pada fragmen DNA bebas janin dalam darah tepi wanita hamil, dan DNA yang diekstraksi diurutkan untuk menentukan apakah ada kelainan kromosom atau kelainan pada janin. Jika hasil tes menunjukkan kemungkinan adanya kelainan kromosom janin, amniosentesis lebih lanjut mungkin diperlukan. Tes DNA non-invasif harus memperhatikan waktu, biasanya pada usia kehamilan 12-26 minggu adalah waktu yang tepat, saat konsentrasi fragmen DNA bebas janin dalam darah tepi ibu hamil lebih tinggi.