Autisme dan cerebral palsy keduanya memiliki dampak yang lebih besar pada kehidupan, keduanya lebih serius, secara spesifik terkait dengan kondisi tersebut, tidak dapat dibandingkan, kelainan merekomendasikan perawatan medis yang tepat waktu.
Autisme: anak-anak dengan autisme disertai dengan gangguan dalam interaksi sosial, komunikasi verbal dan persepsi sensorik, sebagian besar anak-anak dengan autisme memiliki gangguan intelektual dan kognitif, dan prognosis jangka panjang umumnya buruk, pendidikan dan pelatihan dini dan masuk akal dapat meningkatkan hasil sampai batas tertentu.
Cerebral palsy: Merupakan gangguan perkembangan motorik dan postur tubuh yang menetap, yang dapat menyebabkan keterbatasan gerakan anggota tubuh, dan beberapa anak mungkin memiliki kombinasi keterbelakangan mental, gangguan audio-visual, epilepsi, dll. Prognosis cerebral palsy pada umumnya buruk. Anak-anak dengan cerebral palsy yang memiliki kecerdasan normal memiliki prognosis yang lebih baik dan diharapkan dapat hidup mandiri, sedangkan anak-anak dengan hipotonia yang ditandai memiliki prognosis yang buruk karena ketidakmampuan intelektual mereka.
Kesimpulannya, baik untuk cerebral palsy maupun autisme, pengobatan dini untuk gejala ringan dapat meningkatkan hasil sampai batas tertentu, sementara kasus yang parah memiliki prognosis yang lebih buruk dan sulit untuk hidup mandiri. Kedua kelainan tersebut memiliki dampak yang lebih besar pada kehidupan, dan anak-anak dengan kelainan ini harus mencari perawatan medis yang cepat dan menerima pelatihan rehabilitasi profesional sedini mungkin untuk meningkatkan kualitas hidup jangka panjang mereka semaksimal mungkin.