Apa saja indikator radang usus autoimun?

Diagnosis enteritis autoimun didasarkan pada ciri-ciri klinis, ciri-ciri patologis, kepositifan antibodi, dan pengobatan. 1. Gambaran klinis: diare kronis dengan durasi lebih dari 6 minggu, malnutrisi, dan diet bebas gluten yang tidak efektif. 2. Gambaran patologis: atrofi vili usus halus yang terlokalisasi atau meluas, kriptitis dalam, peningkatan vesikula apoptosis kriptus, dan penurunan limfosit intraepitel. Antibodi sel epitel anti-usus yang positif atau antibodi anti-kuprokit. 3. Kepositifan antibodi: antibodi sel epitel anti-usus yang positif atau antibodi anti-kuprokit. 4. Aspek terapeutik: terapi imunosupresif efektif. Saat ini, enteropati autoimun jarang terjadi dan mekanismenya belum jelas, jadi jika Anda mencurigai bahwa Anda menderita enteritis autoimun, Anda disarankan untuk mencari perhatian medis lebih awal dan mendapatkan diagnosis yang jelas dengan bantuan dokter Anda.