Mengonsumsi ibuprofen umumnya tidak membuat ketagihan.
Ibuprofen termasuk dalam obat antiinflamasi nonsteroid, dengan efek antipiretik dan analgesik, ibuprofen sendiri tidak membuat ketergantungan, tetapi karena efek analgesiknya, maka pasien akan menjadi ketergantungan setelah penggunaan jangka panjang. Ibuprofen biasanya digunakan untuk migrain, nyeri otot atau sendi, kram menstruasi pada wanita, dan flu biasa, dll. Penting untuk dicatat bahwa ibuprofen tidak boleh digunakan dalam jangka panjang.
Efek samping ibuprofen yang umum terjadi adalah reaksi gastrointestinal yang umum terjadi seperti mual, muntah, sakit perut dan diare, dan bahkan reaksi alergi seperti reaksi alergi pada kulit, ruam dan gatal-gatal juga dapat terjadi. Penting juga untuk diperhatikan bahwa ibuprofen dapat berdampak pada fungsi hati, fungsi ginjal, dan sistem darah, sehingga orang dengan fungsi hati dan ginjal yang buruk harus mengonsumsinya dengan hemat.
Disarankan agar penggunaan ibuprofen harus mengikuti petunjuk dokter, jangan mengobati sendiri, agar tidak menimbulkan konsekuensi yang serius.