Rehabilitasi untuk sindrom impingement akromioklavikularis meliputi aktivitas pasif, aktivitas aktif berbantuan, dan aktivitas aktif penuh. Sindrom pelampiasan akromioklavikularis adalah serangkaian sindrom yang disebabkan oleh keausan dan pelampiasan manset rotator yang berulang-ulang. Hal ini menyebabkan gejala seperti nyeri bahu, mobilitas terbatas, dan penurunan kekuatan bahu. Kondisi ini dapat diperbaiki pada tahap awal dengan obat-obatan (misalnya ibuprofen, diklofenak, dll.) dan fisioterapi (misalnya gelombang ultra pendek, elektroterapi frekuensi menengah, dll.), selain pelatihan rehabilitasi. 1. Aktivitas pasif: karena peradangan dan nyeri lokal, pasien tidak dapat mengangkat bahu dalam waktu yang lama, dan aktivitas sendi bahu menjadi terbatas. Pada saat ini, aktivitas bahu pasif dapat dilakukan dengan bantuan terapis, secara bertahap meningkatkan rentang gerak dan menghindari benturan. 2. Aktivitas aktif berbantuan: dengan bantuan tangan yang sehat atau karet gelang dan alat lainnya, bantu sendi bahu untuk melakukan aktivitas aktif dan tingkatkan kontraksi otot bahu. 3. Aktivitas aktif: Latihan kekuatan otot manset rotator, terutama abduksi, rotasi eksternal dan rotasi internal, dan juga memperkuat pelatihan stabilitas skapula. Perlu dicatat bahwa jika kondisi pelampiasan bahu serius, dan cedera tendon yang jelas atau pecah telah terjadi, intervensi bedah tepat waktu diperlukan. Nyeri persisten sendi bahu, keterbatasan aktivitas, harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, setelah penyebabnya jelas untuk pengobatan, obat-obatan dan pelatihan rehabilitasi perlu diselesaikan di bawah bimbingan dokter, jangan berolahraga sendiri, agar tidak menunda pengobatan dan memperparah kondisi.