Apakah kreatinin 213 μmol/L serius?

Kreatinin sebesar 213 μmmol/L dianggap tinggi. Penyebab penyakit harus diklarifikasi dan tingkat keparahannya dinilai, seperti glomerulonefritis akut, cedera ginjal akibat obat, obstruksi saluran kemih, gagal jantung, perdarahan saluran cerna, dll. Peningkatan kreatinin umumnya tidak serius; peningkatan kreatinin akibat glomerulonefritis kronis lebih serius, dan pengobatan aktif diperlukan untuk memperlambat perkembangan penyakit. Gangguan fungsi ginjal dapat dilihat pada berbagai penyakit ginjal, yang umum terjadi seperti glomerulonefritis akut, cedera ginjal akibat obat, glomerulonefritis kronis dan penyakit lainnya, atau obstruksi saluran kemih, gagal jantung, perdarahan saluran cerna, dan kondisi lainnya. Untuk nefritis akut, pengobatan suportif simtomatik seperti anti-infeksi (penisilin) dan diuresis (furosemid) harus dilakukan; untuk cedera ginjal yang disebabkan oleh obat, obat yang menyebabkan cedera harus dihentikan dan hormon (prednison) harus digunakan sesuai dengan resep dokter; dan untuk kasus penyumbatan saluran kemih, gagal jantung, pendarahan saluran pencernaan dan sebagainya, perawatan seperti menghilangkan penyumbatan, peningkatan fungsi jantung, dan transfusi darah harus dilakukan. Dalam kasus-kasus di atas, kreatinin dapat kembali normal dan oleh karena itu tidak dianggap serius. Namun, glomerulonefritis kronis dengan peningkatan kreatinin umumnya tidak dapat disembuhkan dan dapat berkembang secara perlahan, dan pada akhirnya dapat berkembang menjadi uremia. Oleh karena itu, umumnya lebih serius dan harus ditangani dengan serius, dan pengobatan simtomatik harus diberikan tepat waktu untuk memperlambat perkembangan penyakit. Obat-obatan di atas harus digunakan sesuai dengan resep dokter, dan tidak boleh digunakan tanpa izin. Bila kreatinin 213μmmol/L, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit biasa tepat waktu untuk mendapatkan diagnosis yang jelas dan pengobatan aktif.