Mengapa denyut jantung janin tinggi pada periode pertama dan rendah pada periode kedua?

Denyut jantung janin yang tinggi pada periode pertama dan denyut jantung janin yang rendah pada periode kedua umumnya disebabkan oleh ibu hamil yang terlalu banyak bekerja, hipoksia intrauterin, dan kontraksi rahim.
1. Pengerahan tenaga ibu hamil yang berlebihan: jika ibu hamil berolahraga atau berdiri dalam waktu yang lama, sehingga tubuh dalam keadaan terlalu banyak berolahraga, dapat membuat jantung janin mengalami fenomena stabil sementara, akan terjadi detak jantung janin yang tinggi pada periode pertama dan rendah pada periode kedua fenomena tersebut.
2. Hipoksia intrauterin: Jika ibu hamil mengalami anemia, hipoglikemia, tekanan darah rendah dan penyakit lainnya, mengakibatkan hipoksia abnormal di dalam rahim, yang akan menyebabkan gejala detak jantung janin tinggi pada periode pertama dan rendah pada periode kedua.
3. Kontraksi rahim: dengan pertumbuhan dan perkembangan janin, perubahan psikologis ibu hamil akan terjadi, jika ibu hamil dalam jangka waktu yang lama dalam keadaan tegang dan cemas, sehingga rahim mengalami kontraksi yang tidak normal, dapat menyebabkan gejala denyut jantung janin tinggi dan rendah nantinya.
Disarankan agar wanita hamil mengembangkan kebiasaan yang baik, menjaga kondisi pikiran yang baik dan kandungan nutrisi yang cukup, serta pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk pemantauan jantung janin.