Kerusakan pada korteks prefrontal otak dapat menyebabkan disfungsi motorik atau bicara.
Kerusakan pada korteks prefrontal biasanya disebabkan oleh adanya penyakit serebrovaskular, lesi yang mengisi ruang intrakranial, atau trauma kraniocerebral. Pada kasus kerusakan korteks prefrontal yang parah, defisit motorik, defisit bicara, dan disfungsi visual dapat terjadi. Gejala-gejala seperti peningkatan tonus otot, afasia, dan pada kasus yang parah, kehilangan memori dan ataksia dapat terjadi.
Penanganan kerusakan korteks prefrontal umumnya bersifat simtomatik, dan tergantung pada penyebab kerusakan korteks prefrontal, serta tingkat keparahan penyakit primernya, untuk melakukan perawatan obat yang tepat atau perawatan bedah.