Ada hubungan antara neurasthenia dan suasana hati, dan neurasthenia dan suasana hati berjalan seiring. Beberapa neurasthenia dapat menyebabkan suasana hati yang sangat rendah, sementara yang lainnya bermanifestasi sebagai suasana hati yang sangat cemas, mudah tersinggung dan tidak stabil. Neurosis terutama terkait dengan pelepasan neurotransmiter di otak, seperti dopamin, norepinefrin, dan 5-hydroxytryptamine, yang tidak seimbang. Neurosis juga terkait dengan ciri-ciri kepribadian, misalnya, beberapa orang secara alami sensitif dan curiga, dan ketika mereka menghadapi peristiwa stres yang besar, mereka rentan terhadap neurosis. Gejala-gejala neurasthenia bisa berkisar dari depresi hingga kecemasan. Pada depresi, pasien mungkin menderita kurang tidur, depresi dan malas. Dalam kecemasan, pasien mungkin mengalami kekhawatiran dan ketakutan yang berlebihan, serta gejala somatik seperti serangan panik dan sesak dada, sehingga ada hubungan antara neurosis dan suasana hati.