Patogenesis neurasthenia

  Untuk waktu yang lama, ada beberapa pandangan yang berbeda tentang patogenesis neurasthenia, dan ada perdebatan: 1. Pandangan fisiopatologis adalah bahwa esensi neurasthenia adalah penipisan energi sel saraf, dan bahwa faktor penyebabnya bisa bersifat psikologis dan fisik, termasuk kerja mental yang “berlebihan”. Pandangan ini diwakili oleh teori Pavlov tentang neurosis eksperimental. Teori ini menunjukkan bahwa neurosis disebabkan oleh stimulasi berlebihan dari proses rangsang dan penghambatan di korteks serebral atau konflik antara kedua proses tersebut. Orang dengan tipe neurologis paling rentan terhadap penyakit ini. Ini sebenarnya merupakan kelanjutan dan pengembangan dari pandangan Bilderian.  Pandangan psikopatologis adalah bahwa neurasthenia adalah reaksi manusia terhadap emosi fokal, bahwa penyakit fisik dan kelelahan sederhana bukanlah penyebab neurasthenia, dan bahwa ada penyangkalan penipisan energi seluler.  3. Pandangan patologi kepribadian adalah bahwa neurasthenia adalah manifestasi spesifik dari gangguan kepribadian. Ia percaya bahwa orang normal yang bekerja terlalu keras menghasilkan rasa lelah dan ketidaknyamanan di kepala setelah menggunakan otak mereka, tetapi orang-orang dengan kualitas yang mencurigakan menghasilkan kesalahpahaman, keraguan dan ketakutan tentang hal ini, dan melalui interaksi mental, perasaan ini menjadi tetap sebagai neurasthenia.