Untuk memeriksa masalah perut, diperlukan jenis-jenis tes terkait berikut ini: 1) pencitraan saluran cerna bagian atas, yang umumnya dikenal sebagai barium meal; 2) gastroskopi; 3) tes Helicobacter pylori; 4) tes darah untuk indikator darah seperti tingkat gastrin. Pasien yang datang dengan keluhan ketidaknyamanan, seperti mual, refluks asam lambung atau sakit perut atau bahkan tinja berwarna gelap dalam dua hari terakhir, harus selalu menjalani gastroskopi. Dengan riwayat keluarga yang memiliki penyakit saluran pencernaan, carilah infeksi H. pylori, karena H. pylori adalah agen penyebab gastritis, tukak lambung, dan tumor lambung. Penting juga untuk melihat tes mana yang sesuai tergantung pada kondisi pasien, misalnya, jika lansia memiliki penyakit jantung dan paru-paru yang mendasari, asma, atau kondisi kronis lainnya. Pencitraan saluran cerna bagian atas adalah tes non-invasif, gastroskopi adalah tes invasif minimal, dan tes H. pylori juga merupakan tes non-invasif, yang dilakukan berdasarkan keluhan ketidaknyamanan pasien. Bagi mereka yang memiliki masalah lambung, tes yang tepat harus dilakukan sesuai dengan kelompok usia atau penyakit yang mendasari dan gejala yang dikeluhkan.