Keguguran berulang, juga dikenal sebagai keguguran yang biasa, didefinisikan sebagai tiga kali keguguran spontan atau lebih dengan pasangan yang sama. Hal ini umumnya disebabkan oleh kelainan kromosom embrio, insufisiensi luteal, dan kelainan fungsi kekebalan tubuh. 1. Kelainan kromosom embrio. Karena adanya kelainan pada jumlah atau struktur kromosom, embrio tidak berkembang dengan baik, yang merupakan penyebab umum keguguran berulang. Sebagai contoh, kemungkinan keguguran berulang juga meningkat dalam kasus pernikahan sedarah. 2. Ketidakcukupan luteal. Jika keguguran berulang terjadi pada tahap awal, hal ini mungkin disebabkan oleh perkembangan folikel yang tidak normal pada insufisiensi luteal, yang mengakibatkan kualitas sel telur yang buruk, yang juga dapat menyebabkan keguguran berulang. 3. Fungsi kekebalan tubuh yang tidak normal. Pasien mengalami gangguan pada sistem autoimun, menghasilkan berbagai antibodi yang melawan jaringan dan organ tubuh mereka sendiri, dan antibodi tersebut menyebabkan kematian embrio. Keguguran yang terlambat biasanya dikaitkan dengan kelainan anatomi rahim dan keadaan pra-trombotik juga dapat menyebabkan keguguran berulang. Jika terjadi keguguran berulang, disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan lebih lanjut, mengidentifikasi penyebabnya dengan bantuan dokter, dan melakukan pengobatan atau terapi yang ditargetkan.