Penyakit Alzheimer adalah penyakit degeneratif pada sistem saraf pusat. Menurut studi “Teori Pencegahan dan Strategi Intervensi untuk Penyakit Alzheimer”, pencegahan dini meliputi nutrisi, olahraga, berat badan, sinar matahari, pelatihan, bersosialisasi, istirahat, dan keyakinan.
1. Nutrisi: Menjaga nutrisi yang seimbang merupakan dasar material yang penting untuk menjaga fungsi otak.
2. Olahraga: Latihan fisik dapat meningkatkan pelepasan berbagai hormon dan faktor bioaktif dalam tubuh, yang kondusif bagi pemeliharaan fungsi otak.
3. Berat badan: Menjaga berat badan yang sehat sangat penting untuk kesehatan, tidak hanya untuk pencegahan penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular serta diabetes, tetapi juga untuk kesehatan otak.
4. Sinar matahari: Lebih banyak beraktivitas di luar ruangan, merasakan sinar matahari, lebih banyak bepergian, dan menerima semua jenis informasi baru dapat sangat memperlambat penurunan otak lansia.
5. Pelatihan: Sering melakukan pelatihan kognitif mandiri (misalnya membaca, mengulang, menghitung), serta berbagai pelatihan pijat diri dan pelatihan sensorik (misalnya visual, pendengaran, penciuman, dan lain-lain) dapat menstimulasi otak, yang kondusif untuk pemeliharaan kemampuan kognitif pada lansia.
6. Interaksi: Interaksi sosial yang teratur dan partisipasi sosial, rangsangan sosial ini kondusif untuk memperlambat penurunan fungsi kognitif di usia lanjut. Keluarga dan komunitas dapat memainkan peran penting dalam interaksi sosial dan partisipasi sosial.
7. Istirahat: Istirahat dan tidur yang cukup memiliki efek positif dalam menjaga fungsi kognitif pada otak lansia. Tentu saja, terlalu banyak tidur per hari tidak kondusif untuk pemeliharaan fungsi otak.
8. Keyakinan: Membangun keyakinan yang penuh harapan akan masa depan kehidupan, terutama membuat lansia merasa bahwa hidup memiliki makna, merupakan fondasi terpenting untuk pencegahan penyakit Alzheimer.