Mata kabur setelah berkeringat dapat disebabkan oleh iritasi keringat, keratitis, hipoglikemia, dan sebagainya.
1. Iritasi keringat: Jika pasien banyak berolahraga dalam cuaca panas, mengakibatkan keringat berlebih, keringat mengalir ke mata, yang dapat mengiritasi mata, dan pasien dapat mengalami fotofobia, robek, penglihatan kabur dan ketidaknyamanan lainnya.
2. Keratitis: Bakteri, virus, dan patogen lainnya menyerang kornea sehingga menyebabkan peradangan kornea, yang dapat menyebabkan kerusakan kornea dan memengaruhi penglihatan pasien. Ketika pasien lelah atau berkeringat di hari yang panas, kotoran yang terkandung dalam keringat pasien akan menstimulasi kornea lagi, yang akan menyebabkan penglihatan pasien menjadi kabur.
3. Hipoglikemia: keringat dingin dapat muncul ketika pasien menderita hipoglikemia. Dengan ketidakcukupan sirkulasi darah perifer yang terus-menerus, yang memengaruhi pasokan glukosa darah ke seluruh otak, pasien dapat mengalami penglihatan kabur atau bahkan pingsan.
Dianjurkan agar pasien dengan penglihatan kabur yang tidak kunjung membaik harus berkonsultasi dengan rumah sakit secara teratur untuk menilai kondisi mereka dan memilih pengobatan yang tepat di bawah bimbingan dokter profesional.