Apakah normal mengalami nyeri dada setelah aborsi?

Adalah hal yang normal untuk mengalami ketidaknyamanan seperti pembengkakan dada dan nyeri dada setelah aborsi. Karena kadar estrogen dan progesteron meningkat dalam tubuh wanita setelah kehamilan, beberapa orang juga mengalami pembengkakan dada dan ketidaknyamanan nyeri dada sebelum aborsi. Prolaktin meningkat setelah penghentian kehamilan, sehingga akan terjadi pembengkakan dan nyeri pada payudara setelah operasi, dan beberapa orang mungkin juga mengalami keluarnya cairan dari payudara. Tidak perlu terlalu gugup dengan gejala ini, rileks, jangan meremas sendiri, jangan memakai bra yang ketat, kenakan pakaian dalam yang longgar. Jika distensi dada dan nyeri dada sangat serius dan terjadi luapan ASI, Anda dapat menggunakan obat-obatan yang tepat untuk mengembalikan ASI, seperti malt goreng untuk diminum sebagai pengganti teh, dan manggis untuk dioleskan secara eksternal ke payudara. Obat-obatan herbal ini sangat umum dijual di apotek, dan jika dokter Anda tidak meresepkannya, Anda juga dapat membeli dan menggunakannya sendiri di apotek. Pada kebanyakan orang, gejala ini akan perlahan-lahan mereda setelah seminggu keguguran, jadi tidak perlu terlalu khawatir. Jaga saja area di sekitar payudara Anda tetap bersih dan higienis serta rawatlah payudara Anda dengan baik setiap hari.