Pengobatan yang efektif untuk memperpanjang kelangsungan hidup pada pasien kanker kolorektal

Aspirin adalah obat yang sudah tidak asing lagi, lahir pada tanggal 6 Maret 1899, pertama kali digunakan sebagai antipiretik dan analgesik, dan sekarang sebagian besar digunakan untuk pencegahan penyakit trombotik. Namun Anda mungkin tidak tahu bahwa obat ini memiliki kegunaan lain. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa mengonsumsi aspirin dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien kanker kolorektal. Sebuah studi sensus Norwegia yang dilaporkan dalam Journal of Clinical Oncology pada tahun 2015 menunjukkan bahwa penggunaan aspirin setelah diagnosis kanker kolorektal meningkatkan tingkat kelangsungan hidup khusus kanker kolorektal. Penelitian ini secara retrospektif menganalisis pasien yang didiagnosis dengan kanker kolorektal di Norwegian Cancer Registry dari tahun 2004 hingga 2011 yang memiliki resep aspirin di Norwegian Prescription Database. Registri ini mencakup lebih dari 99 persen populasi Norwegia. Kriteria inklusi adalah penggunaan aspirin selama lebih dari enam bulan setelah diagnosis kolorektal. Sebanyak 23.162 pasien dengan diagnosis kanker kolorektal yang dikonfirmasi dimasukkan dalam analisis, dan 6.102 (26,3%) menggunakan aspirin setelah diagnosis definitif. Periode tindak lanjut rata-rata adalah 3 tahun. Analisis multivariat menunjukkan bahwa pasien yang mengonsumsi aspirin setelah diagnosis kanker kolorektal memiliki kelangsungan hidup spesifik dan kelangsungan hidup keseluruhan yang secara signifikan lebih baik. Oleh karena itu, aspirin dapat menjadi obat yang efektif untuk pencegahan sekunder (deteksi dini, diagnosis dan pengobatan) kanker kolorektal.