Gejala anemia aplastik

Anemia aplastik diklasifikasikan sebagai parah atau tidak parah, tergantung pada tingkat keparahan kondisinya. Gejala anemia aplastik terutama meliputi anemia, perdarahan dan infeksi. 1. Anemia: terutama dimanifestasikan oleh kulit pucat dan selaput lendir, sesak napas, pusing, tinitus, kehilangan memori, konsentrasi yang buruk, dan pada kasus yang parah, gangguan pernapasan, aritmia jantung, serta perubahan pola dan karakter tinja. 2. Pendarahan: orang yang tidak menderita penyakit berat umumnya mengalami pendarahan pada kulit dan selaput lendir, dan jarang mengalami pendarahan internal. Selain pendarahan kulit dan selaput lendir, ada berbagai tingkat pendarahan internal, seperti hemoptisis, hematuria, hematuria, perdarahan fundus, dan perdarahan intrakranial, yang seringkali mengancam jiwa. 3. Infeksi: infeksi saluran pernapasan adalah yang utama, dan saluran pencernaan, saluran genitourinari, serta kulit dan selaput lendir dapat terinfeksi pada tingkat yang berbeda. Tingkat keparahan infeksi berhubungan dengan kondisi fisik pasien. Jika gejala-gejala di atas terjadi, disarankan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu, di bawah bimbingan dokter untuk memperjelas diagnosis, dan perawatan formal awal.