Saat ini, diagnosis klinis osteosarkoma pada anak-anak terutama dinilai dengan menggabungkan gejala klinis dan pemeriksaan pencitraan. 1. Gejala klinis, osteosarkoma terjadi pada tibia proksimal, femur distal dan epifisis humerus proksimal. Gejala klinis dapat dimanifestasikan sebagai nyeri lokal yang menetap pada lokasi lesi, terutama memburuk pada malam hari, disertai benjolan lokal dan keterbatasan pergerakan sendi di sekitarnya. 2. Pemeriksaan pencitraan, osteosarkoma dapat menunjukkan pola yang berbeda pada sinar-X, dan dapat terlihat kerusakan tulang osteolitik, osteogenik, dan campuran dari tulang padat dan rongga medula, dan reaksi periosteal lebih jelas. MRI (Magnetic Resonance Imaging) dapat ditambahkan jika ada kelainan pada sinar-X. Diagnosis klinis osteosarkoma dilakukan melalui cara-cara di atas, jika ada manifestasi klinis seperti nyeri tulang dan benjolan lokal, disarankan untuk pergi ke rumah sakit sesegera mungkin, dan ikuti petunjuk dokter untuk mengatur pengobatan, agar tidak menunda kondisi.