Waspada terhadap stroke

Insiden stroke di Tiongkok meningkat dengan laju 9 persen, dan semakin lama semakin muda, dan dikenal sebagai “pembunuh nomor satu”. Setiap 12 detik ada pasien stroke baru, setiap 21 detik ada kematian pasien stroke, stroke sudah menjadi penyakit utama yang melumpuhkan dan fatal. Menurut beberapa data, satu dari setiap enam orang di Cina menderita stroke. 15% orang yang berusia di atas 40 tahun berisiko tinggi terkena stroke. Stroke didefinisikan sebagai gangguan sirkulasi darah otak yang terjadi secara tiba-tiba yang mengakibatkan defisit neurologis fokal, bahkan dengan gangguan kesadaran, dengan gejala dan tanda yang berlangsung lebih dari 24 jam, yang juga dikenal sebagai kecelakaan serebrovaskular atau stroke. Menurut sifat patologinya, stroke dapat dibagi menjadi stroke iskemik dan stroke hemoragik. Jika pasien dikenali secara dini, maka gejala sisa pasca stroke dapat dikurangi dan dihindari. Ketika gejala-gejala berikut ini terjadi, kita harus mencurigai adanya stroke dan menanganinya dengan segera. Tiba-tiba mati rasa atau kelemahan pada satu sisi wajah atau satu anggota tubuh Tiba-tiba bicara cadel atau gangguan pemahaman Tiba-tiba penglihatan kabur pada salah satu atau kedua mata atau penglihatan ganda Tiba-tiba berjalan goyah, pusing disertai mati rasa dan kelemahan anggota tubuh Tiba-tiba kelopak mata terkulai tanpa sebab yang jelas, sakit kepala parah, dan kaku pada leher Kita bisa membantu mengingatnya dengan sebuah kata dalam bahasa Inggris, FAST, yang berarti F: Wajah tidak rata (出现面瘫/口角歪斜), A: Lengan lemah (出现肢体无力), S: Bicara tidak jelas (出现言清清), T: Waktu panggilan (迅速求助). Setelah stroke terjadi, penting untuk melakukan “tiga hal yang benar”. Pertama, waktu yang tepat: waktu adalah otak. Setiap keterlambatan 30 menit untuk membawa pasien ke rumah sakit dapat menyebabkan kecacatan parah atau kematian pada 12% pasien. Kedua, rumah sakit yang tepat: pilihlah pusat stroke terdekat dan bawa pasien ke sana secepat mungkin. Ketiga, pengobatan yang tepat: dapatkan trombolisis intravena dalam waktu 4,5 jam dan trombolisis arteri dalam waktu 6-8 jam. Pengobatan stroke harus selalu mencakup terapi ASA serta kontrol glikemik. Terapi ASA mengacu pada terapi antiplatelet, terapi penurun lipid yang menstabilkan plak, dan terapi antihipertensi. Hanya jika seluruh masyarakat memiliki pemahaman yang komprehensif tentang stroke dan memberikan perhatian yang cukup terhadapnya, tingkat kejadian stroke di Tiongkok dapat mengalami penurunan. Tiongkok yang sehat membutuhkan kita semua untuk bekerja sama, mari kita perhatikan stroke bersama dan melakukan upaya tak henti-hentinya untuk kesehatan semua orang!