Satu setengah tahun adalah usia di mana hernia cenderung terjadi. Ketika hal ini terjadi, orang tua disarankan untuk memperhatikan beberapa aspek: pertama, jangan khawatir dan perhatikan observasi. Amati apakah hernia secara teratur masuk ke dalam skrotum, atau apakah penonjolan ke dalam skrotum disertai dengan tangisan dan muntah pada anak. Kedua, penting untuk memahami sepenuhnya bahaya hernia pada anak. Pertumbuhan hernia yang berulang dapat memiliki dampak yang sangat negatif pada usus dan testis anak. Beberapa orang tua berharap anak mereka akan sembuh dengan sendirinya melalui metode konservatif seperti pengobatan herbal atau tekanan lokal dengan sabuk hernia. Namun, metode ini telah terbukti secara klinis tidak dapat diandalkan dan tidak diadopsi oleh dokter bedah anak, sehingga pengobatan utama adalah pembedahan, yang tidak rumit dan melibatkan penambalan lubang di mulut hernia. Pembedahan bersifat minimal invasif dan ada dua jenis pembedahan, yaitu sayatan kecil invasif minimal dan perbaikan hernia laparoskopi, yang keduanya sangat efektif dan memiliki komplikasi yang sangat sedikit.