Secara umum, jika seorang wanita yang subur membutuhkan kontrasepsi dan tidak ada kontraindikasi pada tubuhnya, maka IUD biasanya lebih disukai, sedangkan jika seorang wanita memiliki kontraindikasi pada tubuhnya, maka IUD tidak dianjurkan. IUD merupakan tindakan kontrasepsi yang relatif umum yang aman, sederhana, efektif, dan dapat dilepas. Secara umum, jika seorang wanita berada dalam usia subur, memiliki kehidupan seks yang normal, tidak berniat untuk memiliki anak, dan tubuhnya tidak memiliki kontraindikasi, maka ia dapat mempertimbangkan untuk menggunakan IUD sebagai alat kontrasepsi. Namun, jika ada kontraindikasi, seperti vaginitis akut dan servisitis akut serta peradangan akut lainnya pada sistem reproduksi, tidak disarankan untuk memakai IUD untuk menghindari infeksi retrograde patogen, yang dapat menyebabkan endometritis dan penyakit radang panggul. IUD juga tidak cocok untuk wanita yang merasa tidak enak badan dalam jangka waktu yang lama setelah menggunakan IUD, seperti perdarahan vagina atau sakit perut. Jika seorang wanita berniat untuk menggunakan IUD sebagai alat kontrasepsi, disarankan untuk pergi ke bagian terkait di rumah sakit umum untuk melakukan pemasangan, karena keamanannya akan terjamin, dan dia juga harus menjaga dirinya sendiri setelah menggunakan IUD, misalnya, dia tidak boleh berhubungan seks selama dua minggu, dan dia harus memperhatikan kebersihan pribadinya. Jika ada gejala yang tidak normal setelah pemasangan IUD, dianjurkan untuk segera pergi ke rumah sakit.