9 Kebiasaan Penyebab Kanker yang Lebih Buruk dari Merokok

1, duduk seharian di kantor atau duduk di dalam mobil dalam waktu yang lama, akan membawa berbagai penyakit kesehatan. Bahkan jika Anda berolahraga secara teratur, Anda tidak dapat mengimbangi bahaya dari duduk. Lembaga penelitian di Kanada menemukan bahwa puluhan ribu kasus kanker payudara, kanker usus besar, kanker prostat, dan kanker paru-paru yang terjadi setiap tahun, berkaitan dengan kurangnya olahraga. Saran: Di tempat kerja, Anda harus mengembangkan kebiasaan bangun dan berjalan-jalan secara teratur. Di rumah, Anda juga harus lebih banyak menggerakkan tubuh. 2, jangan membuka kap mesin Majalah AS menerbitkan sebuah studi baru yang menemukan bahwa penggunaan kompor gas, ventilasi yang buruk akan menyebabkan karbon monoksida dalam ruangan, nitrogen dioksida, dan formaldehida yang berlebihan. Ketiga polutan ini, sangat umum ditemukan pada perokok pasif. Rekomendasi: terlepas dari menggoreng dan mengukus, selama penggunaan kompor gas, harus membuka kap mesin, dapat membuat polusi berkurang 60% hingga 90%. 3, makan terlalu banyak daging Majalah “metabolisme sel” Amerika Serikat yang diterbitkan University of Southern California, sebuah studi baru menemukan bahwa sejumlah besar asupan protein hewani paruh baya dalam populasi, kemudian tingkat kematian kanker 4 kali lebih tinggi daripada usia yang sama. Saran: Ganti beberapa protein hewani dengan protein nabati seperti kacang-kacangan. Orang paruh baya harus diberi tambahan protein sesuai dengan berat badan mereka setiap hari, dan 0,8 gram harus ditambahkan untuk setiap 2 pon (0,9 kg). 4, makanan yang digoreng dengan suhu tinggi Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa suhu minyak goreng yang terlalu tinggi akan menghasilkan akrolein dan sejumlah besar senyawa hidrokarbon aromatik polisiklik. Karsinogen semacam itu juga terdapat dalam rokok dan dapat dengan mudah menyebabkan radang saluran napas. Saran: gunakan lebih banyak minyak zaitun, masaklah untuk menghindari suhu minyak yang terlalu tinggi. 5, kurang tidur dalam jangka panjang Kurang tidur dalam jangka panjang mudah memicu tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, obesitas dan masalah kesehatan lainnya. Penelitian telah menemukan bahwa tidur kurang dari 6 hingga 7 jam per malam menyebabkan peningkatan angka kematian yang sebanding dengan proporsi merokok. Selain itu, kurang tidur nyenyak dan gangguan ritme sirkadian juga akan mempercepat pertumbuhan tumor. Saran: Pastikan bahwa 7 ~ 8 jam tidur yang cukup per hari sangat penting untuk kesehatan Anda. 6. Tidak minum cukup air Bahkan tingkat dehidrasi ringan (hanya kekurangan 2 persen cairan tubuh normal) dapat memengaruhi tingkat energi. Dehidrasi menyebabkan darah menjadi lebih kental dan mengurangi efisiensi jantung dalam mengantarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh jaringan dan organ tubuh. Saran: Umumnya ketika kita pergi bekerja, kita perlu lebih banyak terhidrasi karena berjam-jam dihabiskan di depan komputer. 7, Lelah tidak lagi berolahraga Kebiasaan ini akan menjadi kontraproduktif. Penelitian telah menemukan bahwa orang dewasa yang terbiasa tidak banyak bergerak, namun sehat, berolahraga tiga kali seminggu selama 20 menit setiap kali berolahraga. 6 minggu kemudian, mereka tidak lagi merasa lelah, tapi lebih energik. Olahraga teratur membangun kekuatan dan daya tahan tubuh serta membantu sistem kardiovaskular mengangkut oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Saran: Hampir semua aktivitas membantu meredakan kelelahan, seperti bernyanyi, bersiul dalam-dalam, dan berjalan. Benar-benar tidak dapat mengangkat kekuatan, Anda dapat berbaring datar, meletakkan bantal di bawah kaki, sehingga kaki sedikit lebih tinggi dari kepala, Anda dapat membuat darah mengalir ke kepala, sehingga tetap terjaga. 8, berbaring di tempat tidur bermain ponsel Tablet PC, ponsel pintar dan layar lain yang dipancarkan oleh cahaya biru akan menghambat sekresi melatonin, mengganggu ritme fisiologis alami tubuh, sehingga menyebabkan kelelahan. Saran: setidaknya setengah jam sebelum tidur untuk mematikannya. 9, secangkir alkohol sebelum tidur Alkohol akan menurunkan kadar gula darah, menghambat sistem saraf pusat, menghasilkan efek penenang, dan pada akhirnya mengganggu tidur. Hal ini dikarenakan alkohol dalam proses metabolisme akan menyebabkan gangguan sekresi adrenal, sehingga peminumnya mudah terbangun di malam hari. Saran: Jangan minum alkohol dalam waktu 3 sampai 4 jam sebelum tidur.