Penyebab utama tonjolan pascapersalinan, atau prolaps organ panggul, termasuk cedera kelahiran, penuaan terkait usia, peningkatan tekanan perut, dan kelainan perkembangan bawaan. Solusinya dibagi menjadi perawatan non-bedah dan bedah. 1. Cedera saat melahirkan: peregangan berlebihan pada jaringan dasar panggul saat melahirkan, berkurangnya ketegangan, ditambah dengan perawatan pascapersalinan yang tidak tepat atau kerja fisik dini, membuat fungsi dasar panggul melemah, yang dengan mudah menyebabkan prolaps organ dasar panggul. 2. Penuaan usia: wanita telah menyebabkan beberapa kerusakan pada jaringan dasar panggul akibat persalinan. Seiring bertambahnya usia, terutama setelah menopause, sekresi estrogen menurun, struktur dasar panggul mengalami perubahan degeneratif, dan jaringan menjadi lemah serta lembek, sehingga terjadi prolaps. 3. Peningkatan tekanan dalam rongga perut: pekerjaan fisik berat yang berkepanjangan, berdiri lama atau menahan beban, batuk kronis, sembelit kronis, dll. dapat meningkatkan tekanan dalam rongga perut dan memperburuk prolaps. 4. Kelainan perkembangan bawaan: struktur dasar panggul terlahir dengan kelainan perkembangan dan jaringan yang lemah, yang tidak dapat mentoleransi kerja fisik dan menahan tekanan rongga perut, sehingga lebih mungkin mengalami prolaps organ. Untuk pasien dengan gejala ringan dan tingkat penyakit yang ringan, pengobatannya dapat berupa latihan dan rehabilitasi otot dasar panggul, penyesuaian hidup, dan lain-lain, sedangkan kasus yang parah membutuhkan perawatan bedah untuk situasi yang berbeda. Jika pasien mengalami gejala seperti sering buang air kecil, kesulitan buang air kecil atau kebocoran urin setelah melahirkan, disarankan untuk pergi ke rumah sakit tepat waktu dan mengikuti instruksi dokter untuk mendapatkan perawatan standar.