Setelah trakeotomi, bekas sayatan biasanya akan kembali normal. Trakeotomi terutama cocok untuk pasien dengan obstruksi laring, obstruksi saluran napas bagian atas, pembedahan anestesi endotrakeal, pasien yang memerlukan intubasi trakea yang berkepanjangan atau pernapasan dengan bantuan ventilator yang invasif. Umumnya, keadaan normal dapat dipulihkan setelah kesadaran pasien pulih, sekresi trakea secara bertahap berkurang, dan pasien dapat bernapas dan menelan sendiri. Oleh karena itu, setelah trakeotomi, kondisi ini dapat kembali normal. Setelah trakeotomi, penting untuk melakukan perawatan pasca operasi secara ketat sesuai dengan instruksi dokter, dan mengamati dengan cermat apakah ada kelainan yang terjadi di lokasi trakeotomi, seperti kemerahan, bengkak, dan sekresi abnormal. Setelah ditemukan kelainan di lokasi trakeotomi, disarankan untuk pergi ke rumah sakit sesegera mungkin untuk konsultasi dan perawatan. Pada saat yang sama, perhatian harus diberikan pada penyesuaian pola makan pasca operasi, dengan makanan yang ringan dan mudah dicerna, seperti bubur, makanan pasta, dll., yang dapat meningkatkan pemulihan pasca operasi.