Prinsip-prinsip restorasi cacat gigi

Pemulihan kerusakan gigi memerlukan tiga prinsip berikut. Pertama, prinsip biologis. Prinsip biologis mengacu pada perbaikan cacat gigi, badan restorasi tidak boleh ada rangsangan yang merugikan pada jaringan gigi, yaitu badan restorasi harus memiliki biokompatibilitas yang baik dengan jaringan gigi di sekitarnya, jaringan mulut, tidak ada rangsangan yang merugikan, yaitu mengikuti prinsip biologis. Kedua, restorasi cacat gigi perlu mengikuti prinsip mekanika. Hal ini karena cacat gigi umumnya direstorasi dengan mahkota gigi, inlay, atau restorasi mahkota tumpuk, semuanya perlu mengikuti prinsip-prinsip mekanika, agar memiliki retensi dan stabilitas yang cukup. Ketiga, prinsip estetika. Restorasi cacat gigi, terutama gigi anterior, harus mengikuti prinsip-prinsip estetika. Jaringan gigi yang dipulihkan harus lebih dekat dengan gigi yang berdekatan dan lebih estetis. Dalam hal warna, morfologi dan keselarasan, harus lebih dekat dengan gigi yang berdekatan untuk mencapai tujuan kepalsuan.