Infertilitas dapat dibagi menjadi dua jenis: infertilitas primer dan infertilitas sekunder. Infertilitas primer disebut infertilitas ketika tidak ada tanda-tanda kehamilan setelah lama menjalani kehidupan suami-istri tanpa tindakan apa pun dan tanpa kontrasepsi apa pun selama lebih dari 1 tahun, dan pasien yang belum pernah hamil disebut infertilitas primer. Ada banyak faktor yang dapat menyebabkan infertilitas primer, baik pada pria maupun wanita. Faktor utama pada pria adalah kelainan air mani, disfungsi seksual, dan faktor kekebalan tubuh. Faktor wanita meliputi: 1. Kelainan pada vagina, perkembangan abnormal, seperti atresia hymen, stenosis, kekakuan, ketiadaan vagina secara kongenital, septum vagina memanjang, septum melintang, stenosis vagina atau penutupan bagian atas vagina, dan sebagainya, yang kesemuanya dapat menyebabkan infertilitas; 2. Kelainan pada rahim, seperti ketiadaan rahim secara kongenital, berbagai kelainan bentuk rahim, seperti rahim unicornuate, rahim bicornuate, rahim ganda, rahim melintang dan membujur, rahim infantil, dan sebagainya, yang kesemuanya dapat menyebabkan infertilitas; 3. Infertilitas; 4. Infertilitas; 5. Infertilitas; 6. Infertilitas; 7. Infertilitas; 8. Infertilitas; 9. Infertilitas; dan 10. Infertilitas. 2. Infertilitas; 3. Kelainan tuba falopi; 4. Kelainan ovarium.