Fungsi cadangan ovarium mengacu pada jumlah dan kualitas folikel yang dipertahankan dalam ovarium dan mencerminkan potensi kesuburan wanita. Fungsi cadangan ovarium dipengaruhi oleh sejumlah faktor, termasuk usia, genetika, dan lingkungan. Jika jumlah folikel yang subur di dalam ovarium berkurang dan kualitas oosit menurun, maka hal ini disebut sebagai berkurangnya cadangan ovarium (DOR). Sekitar 10% wanita dengan infertilitas mengalami penurunan cadangan ovarium. Tidak seperti kegagalan ovarium prematur atau menopause, DOR tidak memiliki tanda atau gejala klinis yang jelas dan mungkin hanya muncul sebagai infertilitas atau mungkin tidak terdeteksi secara klinis, sehingga mengandalkan tes tambahan untuk diagnosis. Tidak ada kriteria standar untuk diagnosis penurunan fungsi cadangan ovarium. Indikator-indikator berikut ini biasanya digunakan dalam penilaian klinis penurunan fungsi cadangan ovarium: usia, kadar hormon perangsang folikel basal (FSH), kadar hormon anti-mullerian basal (AMH), dan jumlah folikel sinus (AFC). Penurunan cadangan ovarium dapat dimanifestasikan sebagai berikut: 1. Peningkatan kadar hormon perangsang folikel basal (FSH): yaitu kadar FSH pada hari ke 2-3 menstruasi, >10-25 U/L mengindikasikan penurunan cadangan ovarium, jika FSH >40 U/L dua kali berturut-turut, maka didiagnosa kegagalan ovarium prematur. 2. Penurunan kadar hormon anti-mullerian basal (AMH): AMH disekresikan oleh sel granulosa pada tahap folikel sinus anterior dan sinus inferior. Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa kadar AMH berkorelasi positif dengan cadangan ovarium, tetapi nilainya belum seragam dan masih menjadi fokus penelitian saat ini. 3. Penurunan jumlah folikel sinus (AFC): Folikel sinus didefinisikan sebagai folikel berdiameter 2-9 mm pada fase folikuler awal, dan secara umum diterima bahwa jumlah gabungan kurang dari 4-6 folikel sinus pada kedua ovarium mengindikasikan penurunan fungsi cadangan ovarium. Penurunan fungsi cadangan ovarium sangat bervariasi dan dipengaruhi oleh sejumlah faktor, tetapi hal ini penting dalam memprediksi potensi kesuburan wanita. Tidak ada kriteria diagnostik standar dan diperlukan penilaian yang komprehensif terhadap kondisi pasien. Oleh karena itu, penting untuk tidak membuat asumsi apa pun mengenai kondisi Anda sendiri dan jika Anda tidak subur tanpa kontrasepsi selama lebih dari satu tahun, Anda harus mengunjungi rumah sakit spesialis reguler untuk penilaian komprehensif terhadap kesehatan Anda dan panduan mengenai pembuahan.