Untuk menentukan apakah tinggi badan anak normal atau tidak, pertimbangkan aspek-aspek berikut ini: 1. Pengukuran yang akurat. Penting untuk mengukur tinggi badan anak secara akurat; 2. Ada standar referensi untuk membuat perbandingan. Standar referensi yang digunakan saat ini sering kali dikeluarkan oleh negara, misalnya data tinggi badan anak-anak Cina digunakan sebagai standar perbandingan; 3. Tidak hanya perlu membandingkan dengan standar, tetapi juga dengan anak itu sendiri, yaitu potensi pertumbuhan anak itu sendiri, tinggi badan turun-temurun, dan pola pertumbuhan saat ini. Hanya dengan membandingkan ketiga aspek ini sebelum dan sesudahnya, kita dapat secara akurat memahami apakah tinggi badan anak normal atau tidak. Kadang-kadang, dalam praktik klinis, kami sering memberikan contoh untuk menjelaskan kepada orang tua, misalnya, jika orang tua seumuran dengan Yao Ming, dapatkah mereka membandingkan tinggi badan anak mereka dengan keluarga Yao Ming? Karena perbedaan genetik, standar tinggi badan anak tidak sama. Dan apakah semua anak harus membandingkan tinggi badan mereka dengan rata-rata nasional? Setiap anak memiliki kurva pertumbuhan yang sangat stabil sejak lahir hingga dewasa, dan akan lebih akurat jika membandingkannya dengan kurva pertumbuhan anak itu sendiri sebelum dan sesudahnya.