Gejala dan manifestasi sifilis terutama berupa chancre, ruam sifilis, dan berbagai manifestasi sistemik, yang bervariasi pada berbagai tahap sifilis.
1. Sifilis yang didapat: biasanya terjadi dua hingga empat minggu setelah aktivitas seksual berisiko tinggi, pasien biasanya tidak memiliki gejala sistemik, dan manifestasi utamanya adalah bercak eritematosa kecil pada alat kelamin, yang secara nekrotik membentuk ulkus bundar atau lonjong yang tidak menimbulkan rasa sakit berdiameter satu hingga dua sentimeter, yaitu chancre, yang terlihat di kelenjar getah bening di sekitar area yang menjadi perhatian selama satu hingga dua minggu setelah kemunculan chancre.
2. Sifilis kongenital: sifilis kongenital ditularkan dari ibu ke bayi baru lahir, dan bayi baru lahir dengan sifilis kongenital dapat menunjukkan malnutrisi, kulit kendur, suara yang lemah, serak, dan gelisah, serta kerusakan kulit dan selaput lendir, rinitis sifilis, dan osteosinovitis.
Sifilis tidak dapat disembuhkan sendiri, dan memiliki daya penularan yang kuat, sehingga pasien sifilis perlu pergi ke rumah sakit tepat waktu untuk pemeriksaan dan pengobatan, untuk menghindari penundaan kondisi infeksi, yang mengakibatkan dampak serius.