Minum alkohol berpengaruh pada tekanan darah. Alkohol diikuti dengan asupan sejumlah etanol, yang disintesis di hati sebagai asetaldehida, yang melebarkan kapiler dan menurunkan tekanan darah, tetapi proses penurunan tekanan darah hanya berlangsung singkat. Efek selanjutnya, alkohol menyebabkan peningkatan denyut jantung, vasokonstriksi, dan tekanan darah akan meningkat. Tekanan darah yang rendah dan kemudian tinggi memiliki dampak yang sangat besar pada kesehatan. Konsumsi alkohol dalam jangka panjang juga akan mempercepat arteriosklerosis, yang menyebabkan peningkatan tekanan darah secara bertahap, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan serebrovaskular, dan dalam kasus-kasus yang serius, dapat menyebabkan infark miokard, pendarahan otak, dan penyakit lainnya, dan bahkan dapat mengancam jiwa. Pasien dengan tekanan darah tinggi harus mengikuti petunjuk dokter dan minum obat antihipertensi. Usahakan untuk tidak minum alkohol, makan makanan yang ringan, dan makan makanan dengan kandungan vitamin yang tinggi, seperti sayuran, buah-buahan, dan melon. Olahraga yang tepat dapat melancarkan peredaran darah dan menurunkan tekanan darah secara efektif.