Kotoran berwarna putih pada lansia berhubungan dengan penyumbatan saluran empedu, gangguan pencernaan, dan kelemahan limpa dan lambung. Ketika makanan dibuang ke dalam duodenum, usus halus dirangsang oleh makanan untuk mengeluarkan kontraksi empedu untuk merangsang kantung empedu berkontraksi dan memfasilitasi pembuangan empedu untuk membantu mencerna dan memecah makanan. Namun, jika terjadi penyumbatan empedu, empedu tidak mengalir dengan baik ke dalam duodenum sehingga sisa makanan tidak dapat diwarnai oleh pigmen empedu, dan feses akan berwarna seperti warna aslinya, yaitu putih vitriol. Seiring bertambahnya usia, sistem pencernaan menjadi semakin terganggu dan banyak yang menderita gangguan pencernaan. Pada kasus gangguan pencernaan, sebagian makanan dikeluarkan dalam keadaan setengah tercerna, sehingga feses akan tampak berwarna putih. Beberapa lansia memiliki limpa dan lambung yang lemah, yang mempengaruhi pencernaan dan penyerapan makanan. Pada lansia yang memiliki limpa dan lambung yang lemah, tinja tidak hanya akan menjadi encer seperti gula, tetapi beberapa orang juga memiliki tinja berwarna putih.