Selama kehamilan, rahim terus membesar seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan janin. Pembesaran rahim menyebabkan kompresi terus menerus pada lambung, usus, dan organ serta jaringan pencernaan lainnya, yang mengakibatkan perlambatan gerakan peristaltik dan penurunan fungsi pencernaan. Beberapa makanan tidak dapat diuraikan dan diubah tepat waktu dan dapat bereaksi dengan flora berbahaya dalam reaksi fermentasi yang berlebihan, yang menghasilkan sendawa dalam jumlah besar. Sebagian sendawa masuk ke dalam saluran pencernaan bagian bawah dan memiliki efek iritasi pada sfingter anus, yang mengakibatkan seringnya dan meningkatnya kelelahan pada wanita hamil. Namun, kemungkinan gangguan pencernaan lainnya seperti gastroenteritis kronis, sindrom iritasi usus besar, dan disbiosis usus tidak dapat dikesampingkan. Jika gejalanya menetap atau memburuk, disarankan untuk mencari perhatian medis, pemeriksaan, dan pengobatan dini.