Jika Anda tidak ingin meninggalkan bekas luka dari luka yang dijahit, Anda perlu memperhatikan kebersihan luka, mencegah infeksi sekunder, dan kemudian menggunakan krim penghilang bekas luka topikal untuk meringankan bekas luka dan menghilangkan pigmentasi. Jika bekas luka masih tertinggal, Anda juga dapat mempertimbangkan untuk melakukan fisioterapi.
1. Perhatikan kebersihan lokal: Saat luka dijahit, perhatikan kebersihan lokal, dan bersikeras untuk menggosok dengan alkohol yang disterilkan atau uap yodium untuk mencegah infeksi sekunder.
2. Oleskan salep penghilang bekas luka: Jika Anda khawatir akan timbulnya bekas luka, Anda dapat mengoleskan salep penghilang bekas luka, seperti Mucopolysaccharides Polysaccharides Cream, Compound Heparin Sodium Allantoin Gel, selama tahap pemulihan luka.
3. Fisioterapi: Jika sudah ada pembentukan bekas luka, untuk mencegah bekas luka membesar dan meninggalkan pigmentasi, perawatan laser atau krioterapi dapat dipertimbangkan.
Selama masa penyembuhan, hindari menyentuh luka yang dijahit dengan tangan Anda sesering mungkin, dan hindari menyentuh air terlalu dini. Jika luka tidak pulih dengan baik atau jika Anda menemukan hiperplasia parut yang terbentuk, disarankan agar Anda berkonsultasi dengan dokter tepat waktu.