Jongkok mungkin memiliki alasan sebagai berikut: Pertama, osteoartritis pada kedua lutut, bila osteoartritis pada kedua lutut serius, dapat terjadi osteofit serius, kerusakan tulang rawan yang serius, serta kerusakan meniskus sekunder, dan kesulitan berjongkok, maka sebaiknya dilakukan rontgen awal sendi lutut, pemeriksaan CT, untuk melakukan diagnosis dini dan pengobatan dini; Kedua, cedera meniskus pada kedua lutut. Kedua, cedera meniskus pada kedua lutut, ketika tanduk posterior meniskus kedua lutut mengalami robekan atau cedera, bisa timbul rasa sakit saat jongkok dan fenomena tidak berani jongkok, maka sebaiknya dilakukan MRI meniskus untuk diagnosis pada tahap awal; ketiga, osteoartritis patellofemoral, bila osteoartritis patellofemoral pada lutut sudah parah, bisa terjadi kerusakan tulang rawan, kemudian bisa timbul rasa sakit pada fleksi sendi lutut dan menyebabkan nyeri pada tungkai dan tidak bisa jongkok, maka sebaiknya dilakukan rontgen sendi lutut dan pemeriksaan CT pada tahap awal. Dalam hal ini, perlu dilakukan pemeriksaan rontgen dan pemeriksaan magnetik nuklir pada sendi lutut untuk diagnosis dan pengobatan dini.