Peningkatan pola tubulus urin dengan fungsi hati dan ginjal yang normal dapat merupakan fenomena fisiologis, tetapi juga dapat disebabkan oleh faktor patologis seperti infeksi saluran kemih. Pola tubulus urin adalah koagulum protein berbentuk silinder yang dibentuk oleh koagulasi dan agregasi protein, sel, kristal atau produk disintegrasi sel dalam tubulus ginjal (tubulus distal) dan saluran pengumpul, yang diklasifikasikan sebagai pola tubulus transparan, selular, granular, lilin dan lemak. Kelainan pada indikator ini dapat terjadi pada populasi normal. Misalnya, jika jumlah air yang dikonsumsi terlalu rendah, yang menyebabkan konsentrasi urin, peningkatan pola tubulus hialin urin dapat dideteksi, tetapi fungsi hati dan ginjal berada dalam kisaran normal; olahraga berat juga dapat menyebabkan peningkatan pola tubulus hialin urin. Namun, peningkatan pola tubulus urin yang jernih, fungsi hati dan ginjal yang normal juga dapat disebabkan oleh infeksi saluran kemih. Sebagai contoh, pada pielonefritis akut, mungkin terdapat pola tubulus jernih, pola tubulus leukosit, pola tubulus granular, dan fungsi hati dan ginjal normal. Dalam kasus peningkatan pola tubular urin dengan fungsi hati dan ginjal yang normal, disarankan agar pasien pergi ke rumah sakit, menyelesaikan pemeriksaan yang relevan untuk mengklarifikasi lebih lanjut apakah hal itu disebabkan oleh faktor patologis, dan menstandarisasi pengobatan di bawah bimbingan spesialis.