Sebelum mempersiapkan kehamilan, periksalah rutinitas ginekologi, rutinitas keputihan, fungsi hati, fungsi ginjal, rutinitas darah, rutinitas urin, skrining sel eksfoliatif serviks, serta tekanan darah, glukosa darah, elektrokardiogram, fungsi tiroid, virus Hepatitis B, AIDS, sifilis spirochete, ultrasonografi perut, dan gigi. Beberapa wanita yang pernah melahirkan bayi cacat bawaan atau pernah melakukan aborsi spontan berulang kali perlu diperiksa air mani dan kromosomnya secara rutin. Mereka yang mengalami menstruasi yang tidak teratur dan lebih berat dapat memeriksa kadar hormon seks dan USG untuk mengukur ovulasi dan menyingkirkan sindrom ovarium polikistik. Pemeriksaan pra-konsepsi memiliki arti yang sangat penting: 1, untuk pemahaman awal tubuh tentang apakah cocok untuk kehamilan. 2, deteksi dini penyakit, pengobatan sebelum kehamilan. 3, jika ada faktor yang mempengaruhi kehamilan, perlu diobati terlebih dahulu. Jika hasil tes tidak normal, Anda dapat mengonsumsi asam folat oral untuk mulai mempersiapkan kehamilan. Jika hasil tes tidak normal, konsultasikan dengan dokter Anda apakah akan mengobatinya dan apakah Anda bisa hamil.