Gerakan janin merupakan aktivitas tubuh atau anggota tubuh janin, dan dipantau secara ketat sejak wanita hamil dapat merasakan gerakan janin dari sekitar 16 minggu hingga 28 minggu. Jumlah dan frekuensi gerakan janin digunakan untuk menilai apakah ada kelainan seperti hipoksia pada janin di dalam rahim.
1. Gerakan janin disebabkan oleh aktivitas janin di dalam rahim, janin paling awal pada usia kehamilan sekitar 12 minggu mulai ada aktivitas anggota badan, gerakan janin mencerminkan perkembangan neuromuskuler janin sampai batas tertentu, primigravida umumnya pada usia kehamilan 18-20 minggu sudah dapat merasakan gerakan janin yang samar, wanita hamil umumnya pada usia kehamilan 16 minggu sudah mulai merasakan gerakan janin, persepsi spesifik terhadap waktu dan lemak perut wanita hamil, posisi plasenta, dan sebagainya ada perbedaan.
2. Umumnya sejak minggu ke 28 kehamilan, wanita hamil perlu memantau dengan cermat gerakan janin beberapa kali sehari untuk memperbaiki tiga periode waktu, setiap kali 1 jam untuk mencatat jumlah gerakan janin, jumlah total dan kemudian dikalikan dengan 4 untuk gerakan janin 12 jam, gerakan janin 30-40 kali termasuk dalam kategori yang memenuhi syarat. Jika terjadi hipoksia janin, tali pusar di sekitar leher, dll., Hal ini akan menyebabkan gerakan janin yang tidak normal, gerakan janin berkurang atau bahkan menghilang, dan perlu berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi dan penyelamatan.
Gerakan janin merupakan sarana penting untuk penilaian dan pemantauan pada trimester kedua kehamilan, ibu hamil harus memantau gerakan janin dengan cermat dan mencari pertolongan medis jika ada kelainan.