Metode pelatihan rehabilitasi untuk stroke meliputi pelatihan fungsi anggota tubuh, pelatihan bahasa, pelatihan kognitif, pelatihan menelan dan sebagainya. 1. Latihan fungsi anggota tubuh terutama digunakan untuk pasien hemiplegia, melatih pasien untuk membalikkan badan dari kiri ke kanan, duduk dalam posisi berbaring, dan melatih pasien untuk duduk, berdiri, dan berjalan secara mandiri. Untuk anggota tubuh bagian atas dan tangan, terutama untuk latihan motorik halus untuk meningkatkan kemampuan perawatan diri, seperti makan, berpakaian, menggosok gigi, mencuci, toilet dan sebagainya. 2. Untuk bicara, agar pasien dapat mendengarkan dan memahami, dan atas dasar ini, untuk berkomunikasi dengan kata-kata, frasa, dan bahasa sehari-hari yang sederhana. 3. Disfungsi kognitif terutama berfokus pada peningkatan daya ingat, perhitungan dan orientasi serta meningkatkan kemampuan eksekutif, tergantung pada kondisi pasien. 4. Untuk pemulihan disfungsi menelan, pengobatan harus ditargetkan sesuai dengan kondisi pasien yang berbeda. Latihan rehabilitasi sangat penting bagi pasien stroke dan membantu memulihkan fungsi yang terganggu. Rehabilitasi dini dapat mencegah komplikasi, meminimalkan kecacatan fungsional dan meningkatkan prognosis. Pasien disarankan untuk mencari pertolongan medis secara tepat waktu.