Gejala sisa dari infark serebral mengacu pada gejala yang masih ada satu tahun setelah timbulnya infark serebral, seperti disfungsi motorik, disfungsi bicara, hemiplegia, disfungsi kognitif, dan sebagainya.
1. Disfungsi motorik: terutama meliputi kelemahan anggota tubuh, kelainan motorik halus, hemiplegia atau mati rasa dan nyeri pada anggota tubuh sepihak. Manifestasi spesifiknya adalah pasien mengalami kelemahan pada lengan dan tungkai, serta kesulitan bergerak.
2. Disfungsi bicara: afasia, disartria, dan lain-lain yang umum terjadi, dimanifestasikan dengan ketidakmampuan pasien untuk memahami pembicaraan orang lain, bicara tidak jelas, dan sebagainya.
3. Kebutaan parsial: fungsi normal pusat visual di lobus oksipital pasien terpengaruh, dan setengah dari lapang pandang normal pada salah satu atau kedua mata hilang, yang juga dikenal sebagai gejala kebutaan parsial.
4. Disfungsi kognitif: Karena fungsi normal lobus frontotemporal pasien terpengaruh, maka pasien akan mengalami kehilangan ingatan, disfungsi kognitif, kelainan mental, dan gejala lainnya.
Dianjurkan agar pasien dengan infark serebral harus berkonsultasi dengan dokter tepat waktu, di bawah bimbingan dokter profesional, dan secara aktif bekerja sama dengan perawatan untuk mendapatkan efek pemulihan terbaik.