Tes apa yang diperlukan untuk memastikan diagnosis penyakit paru obstruktif kronik?

Diagnosis penyakit paru obstruktif kronik dipastikan dengan tes laboratorium dan pencitraan, serta tes fungsi paru. Tes laboratorium biasanya berupa tes darah rutin, protein reaktif darah, sedimentasi darah dan faktor lain yang berhubungan dengan infeksi, serta apusan dahak dan kultur dahak juga dapat dilakukan untuk memahami situasi patogen. Tes fungsi paru sangat penting bagi pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik, seperti halnya tes tekanan darah untuk pasien hipertensi, untuk menilai derajat penyakit paru obstruktif kronik, dan juga sebagai indikator untuk menilai keefektifan pengobatan pasien. Tes fungsi paru untuk pasien penyakit paru obstruktif kronik harus selalu dilakukan, karena tes ini bersifat non-invasif, namun banyak pasien yang cenderung mengabaikannya. Oleh karena itu, penting bagi pasien dengan penyakit paru obstruktif kronik untuk memeriksakan fungsi paru mereka.