Pengujian antigen umumnya mengacu pada pengujian antigen neo-coronavirus, yang dapat menghasilkan hasil positif palsu karena penanganan yang tidak tepat, vaksinasi, dan sebagainya. Hasil positif palsu dapat disebabkan oleh penanganan tes antigen NeoCollins yang tidak tepat, seperti menggunakan volume tes yang terlalu banyak, tidak menggunakan kit tepat waktu setelah dibuka, atau membaca tes terlalu dini atau terlalu larut malam. Hasil positif palsu juga dapat terjadi pada beberapa populasi ketika tes antigen NeoCrown dilakukan dalam waktu 48 jam setelah vaksinasi NeoCrown. Selain hal di atas, adanya zat yang mengganggu dalam spesimen dapat menyebabkan hasil positif palsu jika organisme terinfeksi dengan mikroorganisme lain, atau jika organisme tersebut mengonsumsi obat atau makanan tertentu. Hasil positif palsu juga dapat terjadi pada beberapa populasi karena pencampuran reagen dari produsen yang berbeda, pengambilan sampel penyeka, atau penggunaan penyeka biasa, bukan penyeka yang cocok. Disarankan agar masyarakat mengikuti petunjuk untuk tes antigen mahkota yang baru dan melaporkan gejala seperti batuk kering dan demam kepada masyarakat untuk diagnosis dini dan pengobatan tepat waktu.